SUKOHARJO | BERITA PERUBAHAN – Gerimis, tak menyurutkan langkah kaki ketua DPR RI Puan Maharani menghadiri tiga agenda kerja yang telah direncakan di Kabupaten Sukoharjo, pada Rabu (19/1) siang hingga petang hari.
Didampingi Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, Panglima Kodam (Pangdam) IV Diponegoro Mayjen Rudianto, sejumlah kepada daerah tingkat 2 di Jawa Tengah dan beberapa koleganya di DPR RI, Puan meresmikan gedung Rumah Susun (Rusun) Pondok Pesantren Al-Quran Azzayadiy, Sanggrahan, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.
Rusun yang pembangunannya dikerjakan oleh Kementrian PUPR tersebut, dibangun atas usul Puan ketika ia masih menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.
Ia berharap, meski akan ada ribuan santri dan santriwati yang silih berganti menetap dan belajar di Ponpes Al Quran Azzayadi, gedung, ruangan, dan segala sesuatu yang berada di Rusun tersebut menjadi sebuah tempat yang bermanfaat dan dirawat dengan penuh tanggung jawab, sehingga para santri dan santriwati bisa belajar dengan tenang hingga masa yang akan datang.
“Anak-anak betkebutuhan khusus ini juga anak-anak Indonesia yang harus kita berikan kesempatan untuk tumbuh dengan baik hingga bisa jadi manusia berdaya,” kata Puan
Dari Ponpes Al Quran Az-Zayadiy, Puan melanjutkan kunjungannya ke Gedung Serbaguna Cemani, di mana tengah dilangsungkan acara vaksinasi bagi anak-anak usia 6-11 tahun, serta pemberian vaksin dosis ketiga atau booster, bagi 100 warga lansia di Kabupaten Sukoharjo.
Setelah itu, Puan dan rombongan segera melanjutkan perjalanan ke Sanggar Inklusi Tunas Wijaya di Kecamatan Bendosari, untuk meresmikan dua Sanggar Inklusi paling baru yang dibangun di Kabupaten Sukoharjo, yakni Sanggar Inklusi Tunas Wijaya serta Sanggar Inklusi Permata Hati yang ada di Kecamatan Polokarto.
Bupati Sukoharjo Etik Suryani menjelaskan pada Puan, bahwa Sanggar Inklusi yang merupakan sebuah program rintisan masyarakat yang kemudian didukung dan dikembangkan secara baik oleh Pemkab Sukoharjo di 12 Kecamatan di seluruh Kabupaten.
“Jumlah anak berkebutuhan khusus yang terdaftar di semua Sanggar Inklusi kami mencapai 475 orang. Alhamdulillah dari 12 kecamatan kami sudah mendirikan delapan gedung sanggar inklusi. Masih kurang empat tapi insyaallah tahun ini selesai, sudah terbangun semua,” kata Etik.
Ia juga mengatakan “semua fasilitas yang disediakan disanggar ini diberikan gratis oleh Pemkab Sukoharjo, seperti berbagai terapi, yakni fisioterapi, okupansi, terapi wicara, pelatihan bina diri dan pelatihan-pelatihan lainya,” ujar Etik.
Dalam kesempatan tersebut, Puan menyampaikan apresiasi mendalam kepada Pemkab Sukoharjo, para terapis yang ditugaskan oleh Dinas Kesehatan untuk memberi pelayanan kesehatan serta para relawan yang terlibat di semua Sanggar Inklusi.
“Anak-anak berkebutuhan khusus ini juga anak-anak Indonesia yang harus kita berikan kesempatan untuk tumbuh dengan baik hingga bisa jadi manusia berdaya,” kata Puan.
Puan juga menegaskan, akan berusaha untuk mengajak para anggota DPR agar bisa membantu Pemkab Sukoharjo perihal dalam pemberian honorium kepada para relawan yang ada di sanggar Inklusi tersebut.
Kemudian Endang Kepala Sanggar Inklusi mengungkapkan, bahwa sanggar ini berdiri semuanya dilandasi dari kegerakan hati, sehingga sanggar Inklusi dapat berkembang baik.
“Kami ingin membantu anak-anak berkebutuhan khusus yang memiliki kualitas hidup yang lebih baik. Senang rasanya kalau mereka mengalami perubahan yang lebih baik setelah bergabung dalam Sanggar Inklusi,” pungkasnya.
(Red)
Komentar