oleh

Bupati Jepara H. Dian Kristiandi Hadir dan Resmikan Makam Tunggul Wulung Dalam Acara Napak Tilas Rasul Jawa Pewarna Indonesia

-Spiritual-181 views

JEPARA | BERITAPERUBAHAN.ID – Bupati Jepara, H. Dian Kristiandi, S. Sos hadir dan resmikan Makam Tunggul Wulung dalam perjalanan pertama Napak Tilas Rasul Jawa Persatuan Wartawan Nasrani (Pewarna) Indonesia, Jepara, Selasa (29/3/2)

Adapun tujuan dari peresmian makam Tunggul Wulung ini adalah untuk mengingat kembali sejarah yang dilakukan oleh Tunggul Wulung dalam hal beragama, sesuai dengan tema perjalanan Napak Tilas Pewarna Indonesia yaitu “Merevitalisasi Nilai-Nilai Luhur Budaya Bangsa dan Menyongsong Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh”.

Dalam Kata sambutan nya, Dian Kristiandi mengucapkan terima kasih kepada tim Pewarna yang masih peduli dan hari ini sudah melakukan suatu proses Napak Tilas untuk mengenang jasa-jasa Tunggul Wulung dari sisi kepahlawanan.

“Semoga dengan dibangunnya atau direnovasinya kembali makam ini akan lebih bisa dikenal oleh generasi-generasi yang akan datang bahwa makam Tunggul Wulung ini atau sosok Tunggul Wulung itu menjadi salah satu pejuang di negara kita”, ucap Dian Kristiandi Bupati yang dilantik secara resmi pada tanggal, 2 Juni 2020.

Lebih lanjut, Kristiandi juga menjelaskan mengapa literasi mengenai Tunggul Wulung disamarkan bahkan tidak dituliskan. Menurut Dian, karena hal ini merupakan salah satu upaya perjuangan mereka saat itu untuk mempertahankan dan mewujudkan kemerdekaan demi keutuhan NKRI.

“Dari sisi ini, meski kita harus sadari bahwa sekarang, meski harus kita pahamkan kepada generasi-generasi pemuda kita. Literasi merupakan bagian yang penting agar supaya tidak ada lagi perbedaan yang mendalam’, ujar Kristiandi.

Kemudian Kristiandi berpendapat bahwa Kyai Tunggul Wulung kalo dilihat dari perspektif religi beliau merupakan milik saudara-saudara Nasrani sedangkan jika dalam perspektif kepahlawanan maka beliau adalah milik bangsa Indonesia.

Dengan hal ini, Kristiandi sangat menyambut baik Napak Tilas yang dilakukan oleh Pewarna. Ini merupakan suatu kegiatan untuk mempelajari dan mengetahui warisan budaya Indonesia sehingga bisa terus melestarikan dan menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia. “Bung Karno juga pernah mengatakan bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati para pahlawannya,” tegas Kristiandi.

Di depan masyarakat Bondo, Dian bangga bahwa Jepara merupakan daerah yang sangat luar biasa dalam menghargai keberagaman maka tidak heran dalam satu dusun terdapat lima agama besar di Indonesia dan kepercayaan lain masyarakat yang berkumpul menjadi satu dan tidak ada persoalan.

“Inilah patut kita syukuri bahwa keberagaman ini merupakan sebuah keindahankeindahan,” pungkasnya.

Acara peresmian dimulai pukul 08.30 pagi, turut juga dihadiri oleh masyarakat Bondo. Acara yang disertai dengan penanda tanganan prasasti, hingga tabur bunga oleh Bupati Jepara, Dian Kristiandi, S.Sos, Djajang selaku ketua panitia Napak Tillas, Yusuf Mujiono selaku Ketua Umum (Ketum) Pewarna Indonesia, Antonius Nathan selaku pengarah dan Pdt. Edi Cahyono selaku Sekretaris Umum (Sekum) Sinode Gereja Injili di Tanah Jawa (GITJ).

(Elly)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed