JAKARTA I Berita Perubahan.Id – Ikatan Alumni Politeknik Medan Badan Pengurus Cabang Jakarta-Bogor-Depok Tangerang- Bekasi atau yang disingkat dengan Ikal Polmed BPC Jabodetabek telah menandatangani nota kesepakatan (MoU) dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Gatensi Karya Konstruksi atau (GKK) tentang pelaksanaan kegiatan Sertifikasi Kompetensi Kerja (SKK). Acara penandatanganan MoU berlangsung di ruang rapat Graha Gapensi Jl. Raya Ragunan, Jakarta Selatan, Jumat (21/07/23).
Berhubung Ketua Ikal Polmed BPC Jabodetabek Bang Erwin Santosa berhalangan hadir, maka penandatanganan diwakili oleh Sekretaris Anggiat D H Siahaan dan perwakilan LSP Gatensi Karya Konstruksi diwakili oleh Bapak Drs. Timas Ginting serta disaksikan oleh pengurus Ikal Polmed antara lain Roberto Nainggolan mewakili Penasehat Ikal Polmed Pusat, Mewakili Ikal Polmed BPC Jabodetabek antara lain : Paulinus S sebagai Bendahara II , Tia Sidabutar Bendahara I, Ade Warna Pertiwi Kabid. Kaderisasi dan Pendataan Alumni dan Sariady Sihombing Direktur Utama PT INDOBAKTI PRIMA KARYA, sebagai kontraktor yg kerja sama dengan polmed dan Gatensi. Pihak LSP Gatensi Karya Kontruski diwakili oleh Krisman Sinaga, ST yg juga sebagai Assesor dan tim.
Drs. Timas Ginting yang mewakili Radinal Efendy, ST sebagai Direktur LSP GKK menyambut baik kerjasama dengan Ikal Polmed BPC Jabodetabek. Dari Pihak LSP Gatensi, Timas Ginting menjelaskan LSP GKK merupakan lembaga sertifikasi yang dibentuk oleh Gabungan Ahli Teknik Nasional Indonesia (Gatensi) pada 7 Januari 2021. Tujuan dari pembentukan LSP ini adalah untuk pembinaan dan pengembangan tenaga ahli yang kompeten, profesional, dan berintegritas dalam bidang konstruksi sebagai pemegang sertifikasi profesi.
Adapun klasifikasi Sertifikasi Kompentensi Kerja yang dihasilkan dibagi dalam kategori Jenjang 1-9. Jenjang 1-3 adalah sebagai Tenaga Operator, Jenjang 4-6 adalah Tenaga Analisis dan Jenjang 7-9 adalah Tenaga Ahli , ujar beliau pada saat pembukaan penandatanganan MoU.
Kemudian Anggiat Domu H. Siahaan mengucapkan terima kasih kepada LSP GKK sudah memfasilitasi kerjasama ini yang diwakilkan oleh Bapak Timas Ginting, ucapnya.
Lanjut Anggiat, “Adapun tujuan dilakukan kerjasama ini adalah agar para alumni Jurusan Teknik Sipil Politeknik Medan dapat dengan mudah dan cepat mengurus Sertifikat Kompetensi Kerja (SKK) pada saat dibutuhkan tentunya dengan biaya paket terbaik untuk para alumni. Sebagai informasi Sertifikat Kompetensi Kerja ini menjadi syarat mutlak untuk dapat melaksanakan proyek-proyek pemerintah saat sekarang ini. Dengan adanya MOU ini, maka Ikal Polmed BPC Jabodetabek bisa menjadi jembatan untuk melakukan kegiatan SKK sehingga para alumni teknik sipil Polmed dapat menjadi tenaga kerja konstruksi yang bersertifikasi. Disamping membantu para alumni Polmed, dengan adanya MOU ini kedepan lewat Ikal Polmed BPC Jabodetabek juga dapat memfasilitasi para alumni teknik sipil dari Universitas maupun institut yang ada di negeri ini dapat dilayani. ”ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama Bapak Roberto mengatakan bahwa kerjasama ini adalah sebagai langkah maju yang untuk tiga langkah kedepan, karena selama ini tidak pernah dilakukan.
Kembali saya ceritakan bahwa alumni Polmed dari angkatan I pada tahun 1982 hingga kini, jumlah anggotanya sudah mencapai 43 ribu alumni yang tersebar diseluruh Indonesia bahkan hampir diseluruh dunia, papar Roberto.
“Oleh karena itu kami sangat terbantu dengan adanya kerjasama ini, harapan kami ini bisa berjalan dengan baik, dan saya yakin dan percaya dibawah pengurusan yang sekarang akan berjalan dengan baik dan akan baik lagi,” harapnya.
Senada, Paulinus mengucapkan sangat berterimakasih atas kepercayaan walaupun melalui Bang Anggiat, “tapi ada pengakuan bahwa Ikal Polmed ini sudah eksis, artinya pihak LSP GKK juga gak asal-asalan menerima kerjasama ini dong,” katanya dengan nada sambil sedikit bercanda.
Terakhir Ade Warna Pertiwi memberikan apresiasi kepada LSP GKK yang sudah mau bekerjasama dengan Ikal Polmed BPC Jabodetabek.
“Sebenarnya Politeknik itu banyak jurusannya Pak, nah saya ini tehnik elektro, nah teknik elektro juga butuh sertifikasi. Jumlahnya juga cukup banyak, dan semoga kedepannya banyak yang mengikuti kegiatan SKK ini,’ pungkasnya. (JS)
Komentar